B A B I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Untuk
memperoleh karkas yang baik, prosessing perlu dilakukan di tempat pemotongan
yang bersih dengan cara yang baik dan benar. Karkas yang baik adalah karkas
yang besih, higienis dengan penampilan menarik.
Karkas
ayam dibuat klasifikasinya berdasarkan bagian-bagian tubuh. Selama proses
pengolahan akan terjadi kehilangan berat hidup kurang lebih 1/3 bagian (berat
daging siap masak itu nantinya kurang lebih 2/3 dari berat hidupnya) karena
bulu, kaki, cakar, leher, kepala, jeroan atau isi dalam dan ekor dipisah dari
bagian daging tubuh dengan demikian daging siap masak itu hanya tinggal daging
pada bagian tubuh tambah dengan siap masak itu 75% dari berat hidup.
Persentase
bagian non karkas pada ayam broiler untuk setiap umur berbeda-beda yaitu
pemotongan 8 minggu persentase karkasnya untuk jantan 64,6%, kepala dan leher
6,5%, kaki 3,3%, hati 2,6%, ampela 4,4%, jantung 0,6%, usus 6,6%, darah 5,4%,
dan bulu 6,0%. Untuk betina karkas 71%, kepala dan leher 4,8%, kaki 4,5%, hati
3,1%, ampela 5,6%, jantung 0,6%, usus 0,5%, darah 4,2% dan bulu 9,6% .
Sekarang
ini ayam broiler di pasarkan dalam bentuk potongan-potongan komersial. Proposal
bagian-bagian karkas seperti paha memiliki persentase 10 %, sayap sebanyak 15
%, betis 17 % dan dada 30 % dari bobot karkas. Bagian bobot dada dan
punggungnya dapat di belah dua, sehingga potongan karkas komersial berjumlah 10
bagian. Bobot karkas berbeda-beda untuk setiap umurnya seperti pada umur 8
minggu memiliki bobot karkas sekitar 1,995 gram dengan persentase bagian-bagian
karkas yaitu lemak abdominal 4,3%, sayap 9,6%, betis 13,0%, paha 16,6%, dada
bertulang 34,2% dan dada tanpa tulang 22,6%.
Persentase
karkas tidak banyak berpengaruh terhadap kualitas karkas namun penting pada
penampilan ternak sebelum dipotong. Pembeli ternak akan memperkirakan nilai
karkas dari penampilan ternak sewaktu ternak tersebut masih hidup. Bila pembeli
menaksir persentase karkas terlalu tinggi misalnya 1% saja, Faktor-faktor yang
mempengaruhi persentase karkas adalah konformasi tubuh dan derajat
kegemukan.Ternak yang gemuk, persentase karkasnya tinggi dan umumnya berbentuk
tebal seperti balok.
Giblet
atau jeroan merupakan hasil ikutan yang dapat dimakan, biasanya terdiri
dari hati, jantung dan ampela. Hati merupakan organ yang berfungsi sebagai alat
penyaring zat-zat makanan yang diserap sebelum masuk dalam peredaran darah dan
jaringan-jaringan, terdiri dari lobi kanan dan kiri yang hampir sama ukurannya,
bagian tepinya secara normal adalah lancip dan bila terjadi pembesaran menjadi
bulat.
Hati
unggas berwarna kecoklatan sampai coklat muda kekuningan dengan bobot 45 sampai
51 g atau 1,7 sampai 2,3 % dari bobot. Warna hati tergantung pada nutrisi,
warna hati yang normal adalah coklat kemerahan atau coklat terang dan apabila
makanan mengandung lemak tinggi warnanya menjadi kuning.
Persentase
hati pada pemotongan umur 8 minggu untuk broiler jantan adalah 2,6% dan untuk
broiler betina adalah 3,1% sedangkan pada pemotongan umur 10 minggu untuk
broiler jantan adalah 2,1% dan untuk broiler betina adalah 3,7%.
Jantung
adalah suatu struktur muskular berongga yang bentuknya menyerupai kerucut yang
berfungsi memompakan darah ke dalam bilik-bilik atrial dan kemudian memompakan
darah tersebut dari ventrikel menuju ke jaringan dan kembali lagi.Katup-katup
jantung terbuka dan tertutup mengikuti urutan yang tepat agar darah mengalir
kesalah satu jaringan. Persentase bobot jantung yang normal berkisar antara
0,50 sampai 1,42% dari bobot. Pada pemotongan umur 8 minggu persentase jantung
pada broiler jantan dan betina adalah 0,6% dan pada pemotongan umur 10 minggu
untuk broiler jantan adalah tetap dan broiler betina menurun menjadi 0,4% .
Ampela
merupakan otot yang tebal dan memiliki dua lubang kecil, lubang pertama untuk
memasukkan makanan dari proventrikulus dan lubang kedua untuk melanjutkan
makanan ke duodenum.Ampela seringkali dinamakan perut otot yang berfungsi untuk
menghasilkan dan menggiling makanan kasar sebelum masuk ke usus.
Ampela
mempunyai otot-otot kuat yang dapat berkontraksi secara teratur untuk
menghancurkan makanan sampai menjadi bentuk pasta yang dapat masuk ke dalam
usus halus. Ampela biasanya mengandung grit (batu kecil dan pasir) yang akan
membantu pelumatan biji-biji yang masih utuh. Grit esensial untuk pencernaan
yang optimum karena grit dapat meningkatkan pergerakan dan penggilingan ampela
serta meningkatkan daya cerna bahan pakan kasar. Walaupun demikian, ada
tidaknya grit tidak akan mempengaruhi pertumbuhan maupun reproduksi ungags.
B.
Tujuan
1.
Mengetahui cara melakukan prosessing
broiler
2.
Mengetahui perbedaan karkas broiler
jantan dan betina
B A B II
METODE DAN PROSEDUR PRATIKUM
A.
Alat dan Bahan
1.
Ayam broiler umur 6 minggu berupa
jantan dan betina (pada praktikum ini umur ayam yang digunakan lebih dari enam
minggu) Keranjang (box) pengangkut ayam
2.
Pisau pemotong
3.
Meja
4.
Nampan
5.
Talenan
6.
Timbangan
7.
Gunting bedah
8.
Air biasaAir hangat suhu 30-50°C
9.
Plastik pengemas atau tali
B.
Metode Kerja
1.
Ayam ditimbang → Bobot Hidup
2.
Ayam dipotong dengan menggunakan
metode kosher
-
Hitung % darah = Berat Hidup X 100
Berat Potong
3.
Celup dalam air potong & cabut
bulunya
-
Menggunakan Scalding : Suhu air 59
-69 ˚C dan
: Waktu 30- 90
-
Hitung Berat Bulunya = Berat
Potong – Berat Potong tanpa bulu
Bobot Hidup
4.
Buat Karkas → keluarkan kepala,
leher, kaki, jeroan
-
Hitung % qiblet (hati, gizart &
jantung)
-
Hitung Persentase Karkas
5.
Lakukan Penilaian Karkas memuat
standard USDA
a.
± 40
b.
± 60
c.
± 100
B A B III
PEMBAHASAN
Kegiatan praktikum yang
dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Peternakan Universitas Andalas yang mana
melakukan prosessing ayam broiler guna mengetahui bagaimana kualitas karkas itu
baik dan layak dikonsumsi.Pemotongan ayam itu sendiri harus dilkukan dengan
benar dan disembelih sesuai dengan kriteria halal.Ayam yang telah dipotong lalu
dibului, dengan menggunakan mesin pencabut bulu.
Karkas broiler adalah
daging bersama tulang hasil pemotongan, setelah dipisahkan dari kepala sampai
batas pangkal leher dan dari kaki sampai batas lutut serta dari isi rongga
perut ayam.Karkas diperoleh dengan memotong ayam broiler kemudian menimbang
bagian daging, tulang, jantung dan ginjal.Aviagen (2006) menyatakan bobot
karkas ayam broiler berkisar antara 1750-1800 gram atau 71-73% dari bobot
badan.persentase ayam broiler siap potong menurut Bakrie et al. (2002), adalah
58,9%.
Karkas yang di dalamnya
berisi berbagai organ tubuh ayam yang berupa hati, jantung, lifa, gizard,
empedu, usus (duodenum, yeyenum, ileum), sekum dan rektuk dikeluarkan dari
karkas.Hal ini berguna untuk melihat lemak abdoman yang melekat pada karkas
broiler.
Untuk mendapatkan persentase karkas dilakukan perhitungan sebagai berikut :
1.
Bobot Hidup = 889.2
2.
Berat Potong = 887,4
3.
Berat sudah dibului = 820,2
4.
Berat Karkas = 620,2
1.
% Darah = Bobot Hidup – Berat Potong X 100%
Bobot hidup
= 889,2- 887,4 X 100 %
889,2
= 0,2 %
2.
% Berat Bulu = Berat Potong –
Berat Potong tanpa bulu
Bobot Hidup
=
887,4 – 820,2
889,2
= 7,56
3.
% Qiblet = Berat qiblat
X 100%
Bobot
Hidup
= 887,4 X 100 %
889,2
= 6, 45 %
4.
% Karkas = Berat Karkas
X 100 %
Bobot
Hidup
= 620,
2 X 100%
889,2
= 69,7 %
B A B IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat
dari hasil kegiatan praktikum ini meliputi :
1.
Karkas yang baik adalah karkas yang
memliki sedikit lemak abdomen dan memiliki banyak struktur jaringan otot .
2.
Berdasarkan cara pemotongan karkas,
dibedakan menjadi: Karkas utuh; Potongan separuh (halves) karkas dibagi menjadi
dua potong sama besar; Potongan seperempat (quarters) karkas dibagi menjadi
empat potong sama besar; Potongan bagian-bagian badan (chicken part atau cut
up); Debone yaitu karkas ayam pedaging tanpa tulang atau tanpa kulit dan
tulang.
3.
Ukuran karkas ditentukan berdasarkan
bobotnya. Bobot karkas individual ditentukan oleh bobot karkas itu sendiri,
berdasarkan pembagian sebagai berikut: Ukuran kecil 0,8 – 1,0 kg; Ukuran sedang
1,0 – 1,2 kg; Ukuran besar 1,2 – 1,5 kg.
4.
Ayam broiler dengan efisiensi pakan
yang tinggi cenderung mempunyai lemak tubuh lebih rendah
B.
Saran
Agar
pratikum selanjutnya dapat memperhatikan data agar lebih akurat dan
lakukan pratikum dengan sebaik-baiknya.
DAFTAR PUSTAKA
Rasyaf, M. 1994. Makanan
Ayam Broiler. Yayasan Kanisius, Yogyakarta.
Murtidjo, B.A. 1991.
Mengelola Ayam Buras. Kanisius, Yogyakarta.
Amrullah. I. K. 2006.
Nutrisi Ayam Broiler. Lembaga Satu Gunung Budi, Bogor.
Suprijatna, E., U.
Atmomarsono dan R. Kartasudjana. 2005. Ilmu Dasar Ternak Unggas. Penebar
Swadaya, Jakarta.
Pernahkah merasa tertipu oleh agen yang sangat anda percayai?? yang menawarkan berbagai bonus dan kata-kata manis?? dan akhir yang anda dapatkan adalah kecewa??
BalasHapusSaatnya Tinggalkan itu semua.. Kami hadir untuk mengembalikan semangat bermain anda..dapatkan pelayanan memuaskan yang nyaman dan tidak ribet..
Dapatkan Proses Transaksi Deposit & Withdraw Yang Cepat dan Tidak Ribet..Bonus yang PASTI..
Kami Tidak Takut Anda Menang...Kami Segan Jika Anda Kecewa...
Winning303 Agen betting online yang sudah berpengalaman dan profesional..Hadirkan Permainan Lengkap dan Pelayanan Ramah serta Profesional yang membuat anda tidak akan berpaling lagi..
Cukup 1 ID saja dan tidak perlu ribet ganti user id untuk bermain:
-Sports
-Poker
-Live Casino
-Slots
-Lotere/Togel
-Sabung Ayam'
Winning 303 Banjir Hadiah Yukz gabung bersama kami dan Dapatkan Langsung
Bonus New Member Slot 15%
Bonus New Member Poker 10%
Bonus New Member Sabung Ayam 10%
Bonus New Member Sportsbook & Live Casino 20%
Bonus Deposit 10% Setiap Hari
Bonus Deposit 10% Slot Setiap Hari
Bonus Deposit Sabung Ayam 5%
Bonus Cashback 5-10%
Bonus 100% 7x Kemenangan Beruntun Sabung Ayam
Diskon Togel Hingga 65%
Bonus Rollingan Slot 1%
Bonus Rollingan Poker dan Live Casino 0.5%
Yang Lain Sudah Bergabung...Sekarang Giliran Anda....
Customer Service 24 Jam
Hubungi Kami di :
WA: +6287785425244
anda salah satu pencinta permainan poker?
BalasHapusMau bonus cashback mingguan?
mari join bersama kami segera di pokervita
Info hub
WA:0812 2222 996