Rabu, 19 Februari 2014

BUDIDAYA AYAM BROILER


BUDIDAYA AYAM BROILER

1.    SEJARAH SINGKAT
    Ayam ras pedaging disebut juga broiler, yang merupakan jenis ras unggulan hasil persilangan dari bangsa-bangsa ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi, terutama dalam memproduksi daging ayam. Sebenarnya ayam broiler ini baru populer di Indonesia sejak tahun 1980-an dimana pemegang kekuasaan mencanangkan panggalakan konsumsi daging ruminansia yang pada saat itu semakin sulit keberadaannya. Hingga kini ayam broiler telah dikenal masyarakat Indonesia dengan berbagai kelebihannya. Hanya 5-6 minggu sudah bisa dipanen. Dengan waktu pemeliharaan yang relatif singkat dan menguntungkan, maka banyak peternak baru serta peternak musiman yang bermunculan diberbagai wilayah Indonesia.

2.    SENTRA PETERNAKAN
    Ayam telah dikembangkan sangat pesat disetiap negara. Di Indonesia usaha ternak ayam pedaging juga sudah dijumpai hampir disetiap propinsi.

3.    J E N I S
    Dengan berbagai macam strain ayam ras pedaging yang telah beredar dipasaran, peternak tidak perlu risau dalam menentukan pilihannya. Sebab
semua jenis strain yang telah beredar memiliki daya produktifitas relatif sama. Artinya seandainya terdapat perbedaan, perbedaannya tidak menyolok atau sangat kecil sekali. Dalam menentukan pilihan strain apa yang akan dipelihara, peternak dapat meminta daftar produktifitas atau prestasi bibit yang dijual di Poultry Shoup. Adapun jenis strain ayam ras pedaging yang banyak beredar di pasaran adalah: Super 77, Tegel 70, ISA, Kim cross, Lohman 202, Hyline, Vdett, Missouri, Hubbard, Shaver Starbro, Pilch, Yabro, Goto, Arbor arcres, Tatum, Indian river, Hybro, Cornish, Brahma, Langshans, Hypeco-Broiler, Ross, Marshall”m”, Euribrid, A.A 70, H&N, Sussex, Bromo, CP 707.

4.    MANFAAT
            Manfaat beternak ayam ras pedaging antara lain, meliputi:
            1)  penyediaan kebutuhan protein hewani
            2)  pengisi waktu luang dimasa pensiun
            3)  pendidikan dan latihan (diklat) keterampilan dikalangan remaja
            4)  tabungan di hari tua
            5)  mencukupi kebutuhan keluarga (profit motif)

5.    PERSYARATAN LOKASI
            1)  Lokasi yang cukup jauh dari keramaian/perumahan penduduk.
            2)  Lokasi mudah terjangkau dari pusat-pusat pemasaran.
            3)  Lokasi terpilih bersifat menetap, artinya tidak mudah terganggu oleh     keperluan-keperluan lain selain untuk usaha peternakan.

6.    PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Sebelum usaha beternak dimulai, seorang peternak wajib memahami 3 (tiga) unsur produksi yaitu: manajemen (pengelolaan usaha peternakan), breeding (pembibitan) dan feeding (makanan ternak/pakan)

a. Penyiapan Sarana dan Peralatan

       1. Perkandangan
            Sistem perkandangan yang ideal untuk usaha ternak ayam ras          meliputi: persyaratan temperatur berkisar antara 32,2-35 derajat C,       kelembaban berkisar antara 60-70%, penerangan/pemanasan             kandang sesuai dengan aturan yang ada, tata letak kandang agar     mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin          kencang, model kandang disesuaikan dengan umur ayam, untuk             anakan sampai umur 2 minggu atau 1 bulan memakai kandang box,             untuk ayam remaja ± 1 bulan sampai 2 atau 3 bulan memakai             kandang box yang dibesarkan dan untuk ayam dewasa bisa dengan            kandang postal atapun kandang bateray. Untuk kontruksi kandang tidak harus dengan bahan yang mahal, yang penting kuat, bersih            dan tahan lama.
 2. Peralatan
          a.  Litter (alas lantai)
                        Alas lantai/litter harus dalam keadaan kering, maka tidak                             ada atap yang bocor dan air hujan tidak ada yang masuk                             walau angin kencang. Tebal litter setinggi 10 cm, bahan                         litter dipakai campuran dari kulit padi/sekam dengan sedikit                        kapur dan pasir secukupnya, atau hasi serutan kayu dengan                              panjang antara 3–5 cm untuk pengganti kulit padi/sekam.
            b. Indukan atau brooder
                        Alat ini berbentuk bundar atau persegi empat dengan areal                           jangkauan 1-3 m dengan alat pemanas di tengah. Fungsinya                seperti induk ayam yang menghangatkan anak ayamnya                                     ketika baru menetas.
            c.  Tempat bertengger (bila perlu)
                        Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat                                 dekat dinding dan diusahakan kotoran jatuh ke lantai yang                                mudah dibersihkan dari luar. Dibuat tertutup agar terhindar                                     dari angin dan letaknya lebih rendah dari tempat bertelur.
            d. Tempat makan, minum dan tempat grit
                        Tempat makan dan minum harus tersedia cukup, bahannya                           dari bambu, almunium atau apa saja yang kuat dan tidak                          bocor juga tidak berkarat. Untuk tempat grit dengan kotak                          khusus
            e.  Alat-alat rutin
                        Alat-alat rutin termasuk alat kesehatan ayam seperti:                                     suntikan, gunting operasi, pisau potong operasi kecil, dan                                 lain-lain.

b. Pembibitan
    Ternak yang dipelihara haruslah memenuhi persyaratan sebagai berikut:
    a) ternak sehat dan tidak cacat pada fisiknya
    b) pertumbuhan dan perkembangannya normal
    c) ternak berasal dari pembibitan yang dikenal keunggulannya.
    d) tidak ada lekatan tinja di duburnya.
      Pemilihan Bibit dan Calon Induk
      Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC (Day Old             Chicken)/ayam umur sehari:
a.  Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.
b. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya .
c.  Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.
d. Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.
e.  Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.
f.  Tidak ada letakan tinja diduburnya.

c.  Perawatan Bibit dan Calon Induk
    Dilakukan setiap saat, bila ada gejala kelainan pada ternak supaya segera    diberi perhatian secara khusus dan diberikan pengobatan sesuai petunjuk    Dinas Peternakan setempat atau dokter hewan yang bertugas di daerah     yang bersangkutan.




         3. Pemeliharaan
                  a. Pemberian Pakan dan Minuman
                  Untuk pemberian pakan ayam ras broiler ada 2 (dua) fase                                         yaitu fase starter (umur 0-4 minggu) dan fase finisher (umur                                  4-6 minggu).
                        a. Kualitas dan kuantitas pakan fase starter adalah sebagai                                           berikut:
                                    -   kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari                                                    protein 22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium                                                  (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal.
                                    -   kuantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat)                                             golongan yaitu minggu pertama (umur 1-7 hari) 17                                            gram/hari/ekor, minggu kedua (umur 8-14 hari) 43                                            gram/hari/ekor, minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66                                                     gram/hari/ekor dan minggu ke-4 (umur 22-29 hari) 91                                               gram/hari/ekor.
                                         Jadi jumlah pakan yang dibutuhkan tiap ekor sampai                                                pada umur 4 minggu sebesar 1.520 gram.

                        b. Kualitas dan kuantitas pakan fase finisher adalah sebagai                                         berikut:
                                    -   kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari                                                     protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%, serat kasar 4,5%,                                            kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9% dan energi (ME)                                 2900-3400 Kcal.
                                    -   kuantitas pakan terbagi/digolongkan dalam empat                                                     golongan umur yaitu: minggu ke-5 (umur 30-36 hari)                                                     111 gram/hari/ekor, minggu ke-6 (umut 37-43 hari) 129                                                   gram/hari/ekor, minggu ke-7 (umur 44-50 hari) 146                                                   gram/hari/ekor dan minggu ke-8 (umur 51-57 hari) 161                                             gram/hari/ekor. Jadi total jumlah pakan per ekor pada                                                    umur 30-57 hari adalah 3.829 gram.

                  b. Pemberian minum disesuaikan dangan umur ayam yang                                    dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:
                       a.  Fase starter (umur 1-29 hari), kebutuhan air minum                                       terbagi lagi pada masing-masing minggu, yaitu minggu                                ke-1 (1-7 hari) 1,8 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-                                       14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor, minggu ke-3 (15-21 hari)                   4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7                                         liter/hari/ekor. Jadi jumlah air minum yang dibutuhkan                                    sampai umur 4 minggu adalah
                           sebanyak 122,6 liter/100 ekor. Pemberian air minum                                     pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan                                      obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula                                     yang diberikan adalah 50 gram/liter air.
                       b.  Fase finisher (umur 30-57 hari), terkelompok dalam                                      masing-masing minggu yaitu minggu ke-5 (30-36 hari)                                      9,5 liter/hari/100 ekor, minggu ke-6 (37-43 hari) 10,9                                     liter/hari/100 ekor, minggu ke-7 (44-50 hari) 12,7                                          liter/hari/100 ekor dan minggu ke-8 (51-57 hari) 14,1                                        liter/hari/ekor. Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak                                333,4 liter/hari/ekor.

                  4.   Pemeliharaan Kandang
                   Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan                              merupakan usaha pencegahan penyakit yang paling murah, hanya                           dibutuhkan tenaga yang ulet/terampil saja. Tindakan preventif                                    dengan memberikan vaksin pada ternak dengan merek dan dosis                       sesuai catatan pada label yang dari poultry shoup. Agar bangunan                           kandang dapat berguna secara efektif, maka bangunan kandang p                                  erlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihkan dan                               dijaga/dicek apabila ada bagian yang rusak supaya segera                                   disulam/diperbaiki kembali. Dengan demikian daya guna kandang                           bisa maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak                                 yang dipelihara.
    
7.    HAMA DAN PENYAKIT
            a. Penyakit
              1.  Berak darah (Coccidiosis)
                   Gejala: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap                                terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.
                   Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter                           tetap kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui                              mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau                                     sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox.
                 2.  Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)
                       Gejala: ayam sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi                                  ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja                               encer kehijauan yang spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu                                 kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.
                       Pengendalian: (1) menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan                              yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang                            mati segera dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yang sakit,                              mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang                                          mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai                             sekarang belum ada obatnya.

            b. Hama
              1.  Tungau (kutuan)
                       Gejala: ayam gelisah, sering mematuk-matuk dan mengibas-                         ngibaskan bulu karena gatal, nafsu makan turun, pucat dan kurus.
                       Pengendalian: (1) sanitasi lingkungan kandang ayam yang baik;                               pisahkan ayam yang sakit dengan yang sehat; (2) dengan                                         menggunakan karbonat sevin dengan konsentrasi 0,15% yang                            encerkan dengan air kemudian semprotkan dengan menggunakan                           karbonat sevin dengan konsentrasi 0,15% yang encerkan dengan                             air kemudian semprotkan ketubuh pasien. Dengan fumigasi atau                                  pengasepan menggunakan insektisida yang mudah menguap seperti                     Nocotine sulfat atau Black leaf 40.



8.    P A N E N
       a. Hasil Utama
            Untuk usaha ternak ayam pedaging, hasil utamanya adalah berupa daging   ayam
          b. Hasil Tambahan
            Usaha ternak ayam broiler (pedaging) adalah berupa tinja atau kotoran        kandang dan bulu ayam.

9.    PASCA PANEN
       a. Stoving
            Penampungan ayam sebelum dilakukan pemotongan, biasanya                     ditempatkan di kandang penampungan (Houlding Ground)
       b. Pemotongan
            Pemotongan ayam dilakukan dilehernya, prinsipnya agar darah keluar         keseluruhan atau sekitar 2/3 leher terpotong dan ditunggu 1-2 menit. Hal          ini agar kualitas daging bagus, tidak mudah tercemar dan mudah busuk.
       c. Pengulitan atau Pencabutan Bulu
            Caranya ayam yang telah dipotong itu dicelupkan ke dalam air panas          (51,7- 54,4 derajat C). Lama pencelupan ayam broiler adalah 30 detik.      Bulu-bulu yang halus dicabut dengan membubuhkan lilin cair atau dibakar            dengan nyala api biru.
       d. Pengeluaran Jeroan
            Bagian bawah dubut dipotong sedikit, seluruh isi perut (hati, usus dan        ampela) dikeluarkan. Isi perut ini dapat dijual atau diikut sertakan pada           daging siap dimasak dalam kemasan terpisah.
       e. Pemotongan Karkas
            Kaki dan leher ayam dipotong. Tunggir juga dipotong bila tidak disukai.    Setelah semua jeroan sudah dikeluarkan dan karkas telah dicuci bersih,    kaki ayam/paha ditekukan dibawah dubur. Kemudian ayam didinginkan    dan dikemas.

10.  ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
        a. Analisis Usaha Budidaya
            Dasar perhitungan biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh dalam analisis ini, antara lain adalah:
            a.  jenis ayam yang dipelihara adalah jenis ayam ras pedaging (broiler) dari      strain CP.707.
            b.  sistem pemeliharaan yang diterapkan dengan cara intensif pada                              kandang model postal
            c.  luas tanah yang digunakan yaitu 200 m2 dengan nilai harga sewa tanah   
                dalam 1 ha/tahun adalah Rp 1.000.000,-.
            d.  kandang terbuat dari kerangka bambu, lantai tanah, dinding terbuat dari                 bilah-bilah bambu denga alas dinding setinggi 30 cm, terbuat dari batu                              bata yang plester dan atap menggunakan genting.
            e.  ukuran kandang, yaitu tinggi bagian tepinya 2,5 m, lebar kandang 5 m      
                dan lebar bagian tepi kandang 1,5 m.
            f.   lokasi peternakan dekat dengan sumber air dan listrik.
            g.  menggunakan alat pemanas (brooder) gasolec dengan bahan bakar gas.
            h.  penerangan dengan lampu listrik.
            i.   umur ayam yaitu dimulai dari bibit yang berumur 1 hari
            j.   litter/alas kandang menggunakan sekam padi.
            k.  jenis pakan yang diberikan adalah BR-1 untuk anak ayam umur 0-4         
                minggu dan BR-2 untuk umur 4-6 minggu.
            l.   tingkat kematian ayam diasumsikan 6%.
            m. lama masa pemeliharaan yaitu 6 minggu (42 hari).
            n.  berat rata-rata per ekor ayam diasumsikan 1,75 kg berat hidup pada saat                 panen.
            o.  harga ayam per kg berat hidup, yaitu diasumsikan Rp 2500,-, walau        
                 kisaran harga sampai mencapai Rp 3000,- ditingkat peternak/petani.
            p.  ayam dijual pada umur 6 mingu atau 42 hari.
            q.  nilai pupuk kandang yaitu Rp 60.000,-.
            r.   bunga Bank yaitu 1,5%/bulan
            s.  nilai penyusutan kandang diperhitungkan dengan kekuatan masa pakai     
                6 tahun dan nilai penyusutan peralatan diperhitungkan dengan masa
                pakai 5 tahun.
            t.   perhitungan analisis biaya ini hanya diperhitungkan sebagai Pedoman     
                dasar, karena nilai/harga sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan.

      Adapun rincian biaya produksi dan modal usaha tani adalah sebagai berikut :
            1) Biaya prasarana produksi
               a.  Sewa tanah 200 m2 selama 2 bulan Rp. 20.000,-         
               b.  Kandang ukuran 20 x 5 m
                       - Bambu 180 batang @ Rp 1250,
                       - Semen 4 zak @ Rp 7000,
                       - Kapur 30 zak @ Rp 6000,
                       - Genting 2600 bh @ Rp 90,
                       - Paku reng 5 kg @ Rp 2000,
                       - Paku usuk 7000 kg @ Rp 1800,
                       - Batu bata 1000 buah @ Rp 55,
                       - Pasir 1 truk
                       - Tali 28 meter @ Rp 5000,
                       - Tenaga kerja                                                                 
                                               Rp. 225.000,-
                                               Rp. 28.000,-
                                               Rp. 18.000,-
                                               Rp. 234.000,-
                                               Rp. 10.000,-
                                               Rp. 12.600,-
                                               Rp. 55.000,-
                                               Rp. 230.000,-
                                               Rp. 14.000,-
                                               Rp. 400.000,-
                 c.  Peralatan
                       - Tempat pakan 28 bh @ Rp 5000,
                       - Tempat minum 32 bh @ Rp 3880,
                       - Sekop 1 bh
                       - Ember 2 bh @ Rp 2000,
                       - Tong bak air 1 bh
                       - Ciduk 2 bh @ Rp 500,
                       - Tabung gas besar 1 bh
                       - Thermometer 1 bh
                       - Regulator 1 bh
                       - Brooder (gasolec) 1 bh
                       - Tali gantung tmp pakan 120 m @Rp 500,-                    
                                               Rp. 140.000,-
                                               Rp. 124.000,-
                                               Rp. 7.000,-
                                               Rp. 4.000,-
                                               Rp. 15.000,-
                                               Rp. 1.000,-
                                               Rp. 250.000,-
                                               Rp. 2.000,-
                                               Rp. 52.500,-
                                               Rp. 15.000,-
                                               Rp. 60.000,-
           Jumlah biaya prasarana produksi                           Rp. 2.052.000,-

       2) Biaya sarana produksi
           a.  Bibit DOC 1000 bh @ Rp 900,-                                Rp. 900.000,-
           b.  Pakan dan obat-obatan
                       - BR-1 31 zak (0-4 minggu) @Rp 36.000,
                       - BR-2 34 zak (4-6 mingu) @ Rp 34.000,
                       - obat-obatan @ Rp 150,-/ekor                                      
                                   Rp. 1.116.000,-
                                   Rp. 1.156.000,-
                                   Rp. 150.000,-
           c.  tenaga kerja pelihara 1,5 bln @ Rp 105.000,-             Rp. 157.500,-
           d.  Lain-lain
                       - sekam padi alas kandang 1 truk @Rp 60.000,-
                       - karung goni bekas 32 kantong @ Rp 300,-
                       - pemakaian listrik selama 0-6 minggu
                       - pemakaian gas                                                              Rp. 10.000,-
                                   Rp. 60.000,-
                                   Rp. 2.400,-
                                   Rp. 7.000,-
                                   Rp. 35.000,-
     Jumlah biaya prasarana produksi                           Rp. 3.583.900,-
      3) Biaya produksi
           a.  Sewa tanah 200 m2 selama 2 bulan                            Rp. 20.000,-
           b.  Nilai susut prasarana produksi/2 bln
                       - kandang
                       - Peralatan  Rp 805.660,- : 30                                         
                                          Rp. 51.109,-
                                          Rp. 26.856,-
           c.  Bibit DOC 1000 ekor                                                Rp. 900.000,-
           d.  Pakan dan obat-obatan                                              Rp. 2.422.000,-
           e.  Tenaga kerja                                                              Rp. 157.500,-
           f.   lain-lain                                                                      Rp. 104.400,-
           g.  Bunga modal 1,5% per bulan                                     Rp. 84.543,-
           h.  Bulan modal 1,5 bulan                                                Rp. 126.815,-
     Jumlah biaya prasarana produksi                          Rp. 3.808.680,-
      4) Pendapatan
           a.  Total produksi 1000X94%X1,75 kg X Rp 2500,-     Rp. 4.112.500,-
           b.  Nilai Pupuk kandang                                                  Rp. 60.000,-
           c.  Jumlah pendapatan                                                     Rp. 4.172.500,-
           d.  Keuntungan                                                               Rp. 363.820,-
      5) Parameter kelayakan usaha
           a.  BEP Volume Produksi                                               = 870 ekor
           b.  BEP Harga Produksi                                                  Rp. 3.316.000,-
           c.  B/C Ratio                                                                    = 1,09
           d.  ROI                                                                             = 6,45 %
           e.  Rasio keuntungan terhadap pendapatan                      = 8,71 %
           f.   Tingkat pengembalian modal                                     = 2,6 th.
 10.    Gambaran Peluang Agribisnis                 
              Prospek agribisnis peternakan untuk ternak ayam broiler cukup baik dimana permintaan pasar selalu meningkat, sejalan dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi hewani. Produksi ternak ayam broiler saat ini berkembang dengan pesat dan peluang pasar yang bisa dihandalkan.







DAFTAR PUSTAKA

fghfg

1 komentar:

  1. Pernahkah merasa tertipu oleh agen yang sangat anda percayai?? yang menawarkan berbagai bonus dan kata-kata manis?? dan akhir yang anda dapatkan adalah kecewa??
    Saatnya Tinggalkan itu semua.. Kami hadir untuk mengembalikan semangat bermain anda..dapatkan pelayanan memuaskan yang nyaman dan tidak ribet..
    Dapatkan Proses Transaksi Deposit & Withdraw Yang Cepat dan Tidak Ribet..Bonus yang PASTI..
    Kami Tidak Takut Anda Menang...Kami Segan Jika Anda Kecewa...

    Winning303 Agen betting online yang sudah berpengalaman dan profesional..Hadirkan Permainan Lengkap dan Pelayanan Ramah serta Profesional yang membuat anda tidak akan berpaling lagi..

    Cukup 1 ID saja dan tidak perlu ribet ganti user id untuk bermain:
    -Sports
    -Poker
    -Live Casino
    -Slots
    -Lotere/Togel
    -Sabung Ayam'

    Winning 303 Banjir Hadiah Yukz gabung bersama kami dan Dapatkan Langsung

    Bonus New Member Slot 15%
    Bonus New Member Poker 10%
    Bonus New Member Sabung Ayam 10%
    Bonus New Member Sportsbook & Live Casino 20%
    Bonus Deposit 10% Setiap Hari
    Bonus Deposit 10% Slot Setiap Hari
    Bonus Deposit Sabung Ayam 5%
    Bonus Cashback 5-10%
    Bonus 100% 7x Kemenangan Beruntun Sabung Ayam
    Diskon Togel Hingga 65%
    Bonus Rollingan Slot 1%
    Bonus Rollingan Poker dan Live Casino 0.5%

    Yang Lain Sudah Bergabung...Sekarang Giliran Anda....

    Customer Service 24 Jam
    Hubungi Kami di :
    WA: +6287785425244

    BalasHapus